Soal Taliban, Rusia Mengaku「Sorong (Indonesia) Casino」 Sepakat dengan AS, China, dan Pakistan

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kemampuan stabil baccarat

Sorong (Indonesia) CasinoaS mendesak Iran meSorong (Indonesia) Casinolanjutkan negosiasi nuklir, tetapi Lavrov mengatakan Presiden Donald Trump saat itu yang menarik AS keluar dari perjanjian nuklir.

NEW YORK, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS), CSorong (Indonesia) Casinohina, Rusia, dan Pakistan bekerja sama untuk memastikan penguasa baru Taliban Afghanistan menepati janji mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Tetapi langkah-langkah baru-baru ini menunjukkan bahwa mereka mungkin kembali ke kebijakan yang lebih represif, terutama terhadap perempuan dan anak perempuan.

Kelompok itu juga menjanjikan adanya stabilitas setelah 20 tahun perang, dan menghentikan gerilyawan menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan.

Taliban menjanjikan pemerintah yang inklusif, bentuk pemerintahan Islam yang lebih moderat daripada saat mereka terakhir memerintah negara itu dari 1996 hingga 2001, termasuk menjamin hak-hak perempuan.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Mantan Agen KGB Alexander Litvinenko, Rusia Diminta Tanggung Jawab

"Yang paling penting ... adalah untuk memastikan bahwa janji-janji yang telah mereka nyatakan secara terbuka ditepati," kata Lavrov. “Dan bagi kami, itu adalah prioritas utama.”

Pada konferensi pers yang lebih luas sebelum menyampaikan pidato Rusia pada pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB, Lavrov membahas berbagai masalah mulai dari upaya membuat AS bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran hingga isu tentara bayaran Rusia di Mali.

Kesamaan pandangan itu terutamanya terkait pembentukan pemerintahan yang benar-benar representatif dan mencegah penyebaran ekstremisme, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Sabtu (25/9/2021) pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB melansir AP.

“Jadi kami menjalin kontak, mereka (Taliban) sedang berlangsung (pembentukan pemerintahan inklusif Afghanistan)," ujarnya.

Baca juga: Sosok Alexander Karelin, Pegulat Gila Rusia yang Mampu Angkat Kulkas

Lavrov mengatakan pemerintah sementara yang diumumkan oleh Taliban, tidak mencerminkan seluruh masyarakat Afghanistan, kekuatan etnis-agama dan politik yang ada di negara itu.