Apa Itu Black Ivory Coffee? Kopi Mahal dari「Indonesia online casino site」 Kotoran Gajah

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kemampuan stabil baccarat

Lalu, sIndonesia online casino siteetelah setahun ia Indonesia online casino sitebekeIndonesia online casino siteIndonesia online casino siterja, muncul Indonesia online casino sitepermasalahan dalam memproduksi kopi luwak di sana. Masalah tersebut terkait etika terhadap hewan musang atau luwak dalam memproduksi kopi untuk dikomersialkan.

Baca juga: Kenapa Kopi dari Sisa Kotoran Gajah Bisa Mahal?

Terinspirasi dari kopi luwak, seorang pengusaha Kanada bernama Blake Dinkin merealisasikan idenya untuk memproduksi kopi dengan memasukan buah kopi ke dalam makanan gajah.

Kopi ini mirip dengan Kopi Luwak yang juga populer beberapa tahun lalu.

Gajah-gajah itu memakan kopi namun merusak ladang dan akibatnya para petani yang marah mulai membunuh gajah.

Buah kopi kemudian dicerna gajah dan dikeluarkan melalui kotorannya dan diambil biji-biji kopi hasil cernaan gajah tersebut.

Semua proses produksi kopi ini dilakukan secara alami. Dinkin memastikan bahwa tidak ada tindakan sembrono, seperti pelecehan atau kekerasan hewan, semuanya dilakukan secara alami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Namun, pada 2000-an, telah dikembangkan kopi serupa dari sisa kotoran hewan. Kopi ini berasal dari kotoran gajah dan dikenal dengan sebutan Black Ivory Coffee.

Kandang tempat musang sangat mengerikan tidak diperhatikan kelayakannya dan kemudian muncul wabah SARS.

Berita yang diperoleh yaitu pada saat kekeringan gajah Afrika keluar dari hutan dan menyerbu ladang kopi milik petani yang subur dan basah karena diairi.

KOMPAS.com – Selama ini mungkin kita tahu bahwa kopi yang berasal dari kotoran hewan adalah kopi luwak, asal Indonesia.

Kemasan Black Ivory Coffee, merek kopi yang produksi kopi dari sisa kotoran gajah.

Melansir NPR, Black Ivory Coffee adalah merek kopi yang memproduksi kopi dari kotoran gajah. Kopi ini dikenal sebagai kopi termahal di dunia yang saat ini diproduksi di Thailand.

Baca juga: Popularitas Kopi Luwak di Rusia Dianggap Buruk untuk Bisnis Kopi

Disaat itu pula, Dinkin mendapat berita tentang sifat gajah –gajah yang tinggal di Afrika.

Konflik petani dan gajah ini menjadi berita utama di Afrika pada saat itu. Mengetahui hal itu, terbesit dipikiran Dinkin bahwa gajah makan kopi secara alami dan ini bisa dimanfaatkan layaknya luwak.

Awal mula munculnya Black Ivory Coffee dimulai dari pengalaman kerja Dinkin. Melansir Bangkok Post, di tahun 2003 Dinkin pernah ikut serta dalam memproduksi kopi luwak di Ethiopia.