Baccarat formula_The only way to win baccarat_Indonesia Lottery Results

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kemampuan stabil baccarat

SeForeign betting platformstiap oForeign betting platformsraForeign Foreign betting platformsbetting platformsng punya karakteristik lain-lain. Ada yang suka dengna keramaian, ada juga yang pilih sendiri dalam sunyi. Ada yang Foreign betting platformscukup melihat sudah luruh rasa khawatirnya, ada pula yang harus meluk dulu baru bisa reda kepanikannya. Nah kamu masuk dalam tipe yang kedua. Kamu termasuk orang yang butuh sentuhan. Baik itu pelukan, kecupan di kening untuk menenangkan sampai hal remeh seperti genggaman tangan. Sementara kalau jalani LDR-an sentuhan seperti inilah yang jarang sekali akan kamu dapatkan. Lalu bagaimana kalau di tengah perjalanan kalian nanti kamu panik luar biasa? Siapa yang memelukmu sembari berkata semua akan baik-baik saja?

Orang lain mungkin setuju kalau sesekali jarak harus ada dalam hubungan, tapi tidak untuk kamu. Kamu berprinsip bahwa jarak justru membuat hubungan semakin rentan. Sebab tiap ada masalah yang harusnya diselesaikan cepat dengan bertemu, harus mampu menunggu. Kalaupun dengan pesan atau telepon, jelas tak akan bisa selesai secepat bertatap muka. Apalagi kalau masalahnya besar dan menyangkut kelangsungan hubungan. Duh, untuk memikirkannya saja kamu sudah malas duluan.

Orang-orang yang ogah jalani LDR-an ini biasanya punya alasan kuat mengapa hubungan jarak jauh menempati pilihan terakhir atau bahkan sama sekali tak akan mereka ambil. Kalau kamu termasuk salah satu orang yang anti LDR club, mungkin alasan-alasan di bawah akan buatmu menganggukkan kepala.

Kalau dihitung lagi, sudah beberapa kali kamu menjalin hubungan. Semuanya pacaran jarak dekat. Paling jauh juga hanya beda daerah tempat tinggal. Itupun satu kota. Meski satu kota, kamu selalu saja gagal menjaga hubungan ini bersama. Semua berakhir karena kalau nggak diputuskan, kamu yang ogah meneruskan hubungan.

Selain komunikasi, salah satu pilar penopang jalinan LDR adalah saling percaya. Ya bayangkan saja. Ibarat membangun rumah tapi para arsitekturnya hanya berkomunikasi lewat email atau Whatsapp. Sesekali pakai video call, itupun kalau waktunya ada. Nah karena sama-sama membangun hubungan dari kejauhan, rasa saling percaya pun akhirnya mutlak dibutuhkan.

Teman-temanmu sudah banyak yang lebih dulu merasakan LDR-an. Dari cerita dana pa yang kamu lihat, hubungan LDR yang mereka jalani itu banyak godaannya. Ada yang putus karena saling bosan, ada yang bubar karena orang ketiga meski ada juga sih yang akhirnya naik pelaminan bersama. Namun bagimu pacaran dengan jarak seperti ini jelas punya risiko dan godaan lebih besar. Secara mental kamu jelas belum siap. Secara komitmen dan rasa saling percaya? Duh, buat apa menumbuhkan 2 hal itu pada orang yang dipeluk saja nggak bisa?

Sementara sampai saat ini kamu masih belum bisa. Jangankan rasa percaya untuk saling berjauhan, pesanmu telat dia balas saja bisa berakhir uring-uringan. Nah karena inilah kamu tak mau mengambil risiko besar. Kalau bisa pacaran yang dekat-dekat saja, kenapa harus milih yang berjauhan?

Untukmu yang ogah jalani LDR-an, semoga semesta berkenan mendekatkan dia yang nanti menggenapkan hati. Sehingga jarak dan waktu yang kamu takutkan selama ini tak bisa mengambil kesempatan untuk merobohkan hubunganmu pelan-pelan. Semoga semesta mengamini doamu satu ini.

Berkaca dari pengalaman gagal menjaga hubungan ini, kamu merasa belum ada keberanian untuk LDR-an. Jalani hubungan yang tiap hari bisa ketemu saja selalu gagal, apalagi kalau jauh-jauhan? Duh, lebih baik cari dia yang dekat dan mampu segera memelukmu erat.

Kalau dirunut ke belakang, rasanya sudah sering sekali Hipwee mengupas segala sesuatu tentang pasangan yang jalani LDR-an. Mulai dari keuntungannya, hambatan yang dilalui, suka duka, kebiasaan, sikap sampai kisah bahagia pasangan yang berakhir di pelaminan. Namun tahukah kamu bahwa nggak semua orang bisa jalani LDR-an?

Zaman memang sudah semakin maju. Tekonologi komunikasi pun semakin canggih. Apalagi sejak ada media sosial yang mampu mendekatkan yang jauh. Rasanya menjalani LDR bukan lagi masalah. Namun meski sudah secanggih ini, kamu masih berpegang pada prinsip jalani hubungan ala zaman dulu. Iya, bagimu pacaran ya harus bisa saling ketemu. Toh kalau ada apa-apa kalian bisa segera saling membantu. Belum tentu kan kalau jauh-jauhan apalagi sampai beda zona waktu, tiap ada masalah kalian bisa cepat tanggap?

Dari hal-hal itu, kamu jadi ragu-ragu untuk sekadar tertarik mencoba. Takutnya di dalam hubungan nanti kamu lebih banyak marahan karena salah paham daripada sayang-sayangan.

Udah nggak bisa dipeluk kalau rindu, tiap ada masalah juga harus postpone sebentar demi sebuah pertemuan. Belum lagi hubungan rawan hadirnya orang ketiga, hiii hati bisa remuk dipatahkan kalau pacarmu sampai melakukan hal seperti itu. Hal-hal menyeramkan inilah yang akhirnya buatmu pilih mundur teratur tiap kali ada yang mencoba mengetuk pintu hati tapi dengan catatan harus LDR-an. Kalau menjalani sebuah hubungan yang banyak ruginya begini, gimana kamu bisa bahagia? Bukankah kebahagiaan merupakan salah satu tujuan seseorang jalin hubungan ya?