Baccarat odds_BetVictor_Baccarat Online_Legal online casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kemampuan stabil baccarat

DBaccarat Malaysiai IndonesiBaccarat Malaysiaa ada Cendekiawan SuBaccarat Malaysiaryaatmadja, atau akrab disapa Diki. Di usianya yang baru 12 tahun ia sudah menjadi mahasiswa di University of Waterloo, Kanada. Ia mengambil jurusan Fisika karena ia sudah tertarik dengan ilmu fisika sejak usia 9 tahun. Anak yang lahir di tahun 2004 ini sudah menunjukkan tanda-tanda jenius sejak usianya masih beberapa bulan. Belum genap satu tahun, Diki sudah bisa berbicara meski masih cadel. Pada usia 2 tahun pun ia sudah lancar berhitung. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat Diki hanya mengenyam 3 tahun di sekolah dasar. Saat sekolah di SMA Kesatuan Bogor, Diki mendapat perlakuan khusus, yakni hanya perlu menghadiri pelajaran fisika saja, dan dibimbing langsung oleh Prof. Yohanes Surya. Sisanya ia habiskan dengan belajar sendiri. Diki juga sering mengikuti Olimpiade di bidang sains, salah satunya Olimpiade Fisika di Kazakhstan pada 2016. Setelah lulus kuliah, ia bercita-cita ingin menjadi ilmuan andal yang dapat membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Tanishq adalah kakak dari Tiara. Sejalan dengan adiknya, ia juga merupakan anggota Mensa termuda saat masih menginjak usia 4 tahun. Di usianya yang ke-8, ia memberikan presentasi tentang Lunar Science yang mampu mencuri perhatian NASA. Sejak itu ia menerima dua surat ucapan selamat dari Presiden Barack Obama atas prestasi briliannya. Pada usia 13 tahun, ia juga bersekolah di universitas yang sama dengan adiknya. Ia mampu meraih 3 gelar asosiasi sekaligus di bidang Ilmu Umum, Matematika dan Fisika, serta Ilmu Bahasa. Berkat kecerdasannya, Tanishq mampu meraih beberapa beasiswa U.C Davis dan menjadi asisten peneliti. Hingga saat ini, ia sering memberikan ceramah di seluruh penjuru dunia.

Apa yang kamu lakukan saat berusia 10 tahun? Sebagian besar waktumu pasti untuk sekolah dan bermain. Tapi tidak bagi Esther Okade. Pada 2015 lalu, gadis keturunan Nigeria ini menjadi mahasiswi universitas ketika usianya baru menginjak 10 tahun! Ia mendaftar di program kuliah jarak jauh, yakni di Open University Inggris. Saat usianya 13 tahun nanti, Esther ingin mendaftar program PhD atau doktoral di jurusan Matematika Finansial. Kecintaannya pada angka dan matematika dibuktikan dengan aktivitasnya di luar sekolah, yakni menulis buku tentang aljabar yang ditujukan untuk anak-anak berjudul Yummy Yummy Algebra. Ketika nanti berumur 15 tahun, ia bercita-cita mendirikan sebuah bank sendiri.

Anak jenius selanjutnya adalah Tiara Abraham. Pada usia 2 tahun Tiara sudah mulai bisa membaca. Menginjak usia 4 tahun, ia bergabung di organisasi Mensa dan menjadi salah satu yang termuda di sana. Pada usia 7 tahun, ia meraih gelar asosiasi dari American River College, Sacramento. Tak lama setelahnya, ia bergabung di organisasi Phi Thetta Kappa, sebuah organisasi kehormatan di Amerika Serikat untuk mahasiswa diploma. Tiara juga mencintai musik. Ia pernah tampil di Carnegie Hall, New York dan 2016 lalu merilis album Winter Nightingale yang dinyanyikan dalam 6 bahasa.

Itulah sederet anak-anak jenius yang rasanya mampu membuat kita merasa hanya sebatas remah-remah rempeyek ya..